Jul 27

Idul Fitri 1435 H

 

Sayup terdengar takbir berkumandang
Tanda Ramadhan akan lewat
Ampunan diharap, barokah didapat
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H
Taqabalallahu minnaa wa minkum
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan bathin

 

Jul 21

PKn 2013

Buku Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan, Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi, Edisi Ketiga ini merupakan perbaikan dan pembaharuan dari buku edisi sebelumnya. Buku ini berisikan materi pembelajaran  (instructional material) untuk bidang pendidikan kewarganegaraan  pada jenjang pendidikan tinggi. Disesuaikan dengan kurikulum yang berjalan yakni Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No 43 /Dikti/Kep/2006 Tentang Rambu Rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi dan mengacu pada Pasal 35 Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, isi buku meliputi :
Bab 1 Identitas dan Integrasi
Bab 2 Warga negara dan Kewarganegaraan
Bab 3 Negara  dan Konstitusi
Bab 4 Demokrasi  dan Pendidikan Demokrasi
Bab 5 Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia
Bab 6 Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Indonesia
Bab 7 Ketahanan Nasional sebagai Geostrategi Indonesia

Dengan dimunculkannya kembali mata kuliah Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, maka materi Pancasila yang termuat dalam buku ini disajikan secara terintegrasi pada semua bab yang ada. Diharapkan Pancasila tetap menjadi “core” dari PKn dan mampu memberi ciri keindonesiaan. PKn Indonesia tanpa Pancasila tiada bermakna. Di sisi lain pesan akan  4 (empat)  konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika diupayakan tertampung dalam sebaran materi yang ada. Uraian disajikan dengan ringkas, sistematis dan jelas.  Buku ini cocok untuk para mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Semoga bermanfaat

Untuk mendapatkannya, silakan hubungi toko buku terdekat atau kontak penulis di HP 081329521414

Sep 3

Pada tulisan sebelumnya masih belum jelas seperti apa PPKn 2013 itu. Namun saat ini dengan keluarnya beberapa peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait kurikulum, komunitas pendidikan kewarganegaraan dapat mulai membaca  “wajah” dari PPKn 2013 ini. PPKn lebih tepat dikatakan sebagai nama diri atau nomenklatur dari pendidikan kewarganegaraan sekolah (school civic education) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia untuk kurun waktu saat ini.  Namun demikian , seperti apa “wajah” PPKn 2013 nampaknya juga masih kurang terungkap  dalam naskah kurikulum 2013 sehingga pembacaan kita juga belum mendapatkan kejelasan. Belum ada naskah resmi yang secara khusus memberi penjelasan mengenai mapel ini. Hal berbeda jika kita bandingkan pada naskah PKn 2006 yang termuat dalam Standar Isi Permendiknas No 22 Tahun 2006. Pada bagian mapel PKn kita bisa mendapatkan informasi sekitar latar belakang, pengertian, tujuan, dan ruang lingkup PKn 2006. Berdasar itu, kita setidaknya dapat membuat simpulan apakah PKn 2006 itu.

Read the rest of this entry »

Apr 7

Bagi tenaga pendidik di jenjang pendidikan dasar dan menengah,  dalam kurun waktu kini dan ke depan, mulai bersiap-siap untuk  menyongsong kurikulum 2013. Mungkin tidak ada isu yang lebih “hot” untuk disikapi selain dari sosok kurikulum 2013 ini. Bagi kalangan guru PKn pun juga perlu bersiap diri, yang nantinya akan menjadi guru PPKn, sejalan dengan rencana bergantinya mata pelajaran PKn ke PPKn. Mengapa berganti menjadi nama PPKn, seperti nama untuk pendidikan kewarganegaraan tahun 1994 dahulu? Seperti apa “wajah” PPKn 2013 tersebut?

Read the rest of this entry »

Sep 2

Pengantar

Pendidikan kewarganegaraan (citizenship education) memiliki peran penting  dalam suatu  kehidupan berbangsa dan bernegara.  Menurut William Galston,  pendidikan kewarganegaraan per definsi adalah pendidikan_di dalam dan demi_ tatanan politik yang ada (Felix Baghi, 2009).  Pendidikan kewarganegaraan adalah bentuk pengemblengan individu-individu agar mendukung dan memperkokoh komunitas politiknya sepanjang komunitas politik itu adalah hasil kesepakatan. Pendidikan kewarganegaraan suatu negara akan senantiasa dipengaruhi oleh nilai-nilai dan tujuan pendidikan (educational values and aims) sebagai faktor struktural utama (David Kerr, 1999). Pendidikan kewarganegaraan bukan semata-mata membelajarkan fakta tentang lembaga dan prosedur kehidupan politik tetapi juga persoalan jatidiri dan identitas suatu bangsa (Kymlicka, 2001). Read the rest of this entry »

Jun 11

Pendidikan kewarganegaraan merupakan terjemahan dari Civic Education atau Citizenship Education yang sebenarnya kedua istilah tersebut memiliki cakupan makna yang berbeda. Cogan dan Dericott (1998) mengartikan civic education sebagai  …the foundational course work in school designed to prepare young citizens for an active role in their communities in  their adult  lives”.   Sementara citizenship education atau education  for citizenship diartikan sebagai the more inclusive term and encompasses both these in –school experience as well as out of-school or non formal/informal learning which takes place in the family, the religious organization, community organization, the media, etc which help to shape the totally of the citizen”. Selanjutnya disimpulkan bahwa “Citizenship education atau education for citizenship dipandang sebagai “ is larger overarching concept here while civic education is but one part, albeit a very important part, of one’s development a citizen” Read the rest of this entry »